Penyebab disfungsi ereksi bisa dikarenakan berbagai macam, baik faktor internal dan faktor external. Faktor external bisa disebabkan oleh masalah yang menyebabkan stress seperti masalah pekerjaan dan masalah kehidupan. Sedangkan faktor internal bisa disebabkan karena efek dari penyakit lainnya.

Diabetes dapat menyebabkan komplikasi masalah kesehatan tubuh lainnya, salah satunya adalah kelainan atau gangguan seksual, yaitu disfungsi ereksi pada pria, terutama bagi mereka yang menjadi perokok aktif.

Disfungsi ereksi dan Diabetes

Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan seseorang untuk mempertahankan atau mencapai ereksi yang baik untuk hubungan seksual. Pada umumnya, penderita diabetes mengalami disfungsi ereksi karena penumpukan lemak di pembuluh darah di daerah penis, yang akhirnya menyebabkan penyumbatan.

Menurut seorang spesialis penyakit dalam, Dr. Dante Saksoni, SpPD-KEMD, Ph.D, endokrin, disfungsi ereksi akan sangat mungkin terjadi pada pria yang menderita diabetes.

“Hal ini dikarenakan ada penyumbatan pembuluh darah pada area penis, sehingga pria yang menderita diabetes juga bisa mengalami disfungsi ereksi. Jika masih dalam tahap awal, disfungsi ereksi masih bisa diobati,” kata Dr. Dante saat ditemui di sebuah diskusi tentang diabetes di Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (24/10).

Disfungsi ereksi masih dianggap penyakit memalukan

Namun sayangnya, disfungsi ereksi kerap dianggap memalukan bagi pria, dan inilah yang menghambat pria yang mengalaminya untuk berkonsultasi ke dokter.

“Ketika seseorang mengalami disfungsi ereksi, kemampuannya untuk ereksi akan menjadi 10 tahun lebih tua dari usianya saat itu, misalnya, ia saat ini berusia 30 tahun, tetapi kemampuannya untuk ereksi setara dengan pria berusia 40 tahun, dan seterusnya. Ini tentu akan menjadi masalah ketika dia berhubungan seks dengan pasangannya, “kata Dr Dante lebih lanjut.

Penanganan disfungsi ereksi

Karena itu, sebelum disfungsi ereksi benar-benar mengganggu, terutama kehidupan seksual seseorang, Dr. Dante menyarankan agar pria yang mengalami ini segera memeriksakan diri ke dokter, karena akan sangat sulit mengobati disfungsi ereksi pada stadium lanjut.

Memeriksa gula darah sejak dini juga merupakan hal yang rutin dilakukan, mengingat diabetes juga merupakan salah satu penyebab gangguan seksual ini.

Baca juga : Neuropati Perifer bisa picu disfungsi ereksi

“Jangan segan-segan berkonsultasi masalah ini ke dokter, sehingga dokter dapat memberikan perawatan medis lebih lanjut. Dianjurkan juga secara rutin memeriksa gula darah sehingga dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti disfungsi ereksi,” pungkas Dr. Dante

Savira Safitri

Lulus sebagai Dokter Umum pada tahun 2002 dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta. Dan menjadi Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin pada tahun 2009 dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar.