Mengobati ejakulasi dini sebenarnya mudah asal kita tahu gejala dan penyebabnya. Gejala ejakulasi dini sering kali tidak pernah kita sadari. Kemampuan pria untuk mempertahankan ereksi dengan menunda ejakulasi pada era sekarang sudah banyak berkurang. Hal ini terjadi karena berbagai faktor. Salah satu faktor penyebab ejakulasi dini adalah kesibukan dan tingkat stress yang tinggi.

Apa itu Ejakulasi Dini?

Ejakulasi dini terjadi ketika seorang pria mengalami ejakulasi lebih cepat selama hubungan seksual daripada yang diinginkan olehnya atau pasangannya. Ejakulasi dini adalah keluhan seksual yang umum. Perkiraan bervariasi, tetapi sebanyak 1 dari 3 pria mengatakan mereka mengalami masalah ini pada suatu waktu.

Selama itu jarang terjadi, itu tidak perlu dikhawatirkan. Namun, Anda mungkin didiagnosis mengalami ejakulasi dini jika Anda:

  • Selalu atau hampir selalu ejakulasi dalam satu menit penetrasi.
  • Tidak dapat menunda ejakulasi selama hubungan seksual semua atau hampir sepanjang waktu.
  • Merasa tertekan dan frustrasi, dan cenderung menghindari keintiman seksual.

Baik faktor psikologis dan biologis dapat memainkan peran dalam ejakulasi dini. Meskipun banyak pria merasa malu membicarakannya, ejakulasi dini adalah kondisi yang umum dan bisa diobati. Obat-obatan, konseling dan teknik seksual yang menunda ejakulasi – atau kombinasi dari keduanya – dapat membantu meningkatkan seks untuk Anda dan pasangan Anda.

 

Ciri ciri Ejakulasi Dini

Gejala utama ejakulasi dini adalah ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi selama lebih dari satu menit setelah penetrasi. Namun bukan hanya pada saat penetrasi saja. Ejakulasi dini juga bisa terjadi bahkan pada saat masturbasi (onani). Ejakulasi dini dapat diklasifikasikan sebagai:

  • Seumur hidup (primer). Ejakulasi dini primer terjadi sejak anda pertama kali melakukan kegiatan seksual (baik penetrasi maupun masturbasi) hingga sekarang.
  • Acquired (sekunder). Ejakulasi dini acquired berkembang setelah Anda memiliki pengalaman seksual sebelumnya tanpa masalah ejakulasi. Jadi pada awalnya anda tidak mengalami masalah ejakulasi, namun belakangan ini anda menjadi lebih cepat keluar.

Banyak pria merasa bahwa mereka memiliki gejala ejakulasi dini, tetapi gejalanya tidak memenuhi kriteria diagnostik untuk ejakulasi dini. Artinya ejakulasi dini yang dialami mereka terjadi kadang-kadang saja.

 

Kapan Harus Mengobati Ejakulasi DIni?

Bicarakan dengan dokter Anda jika Anda ejakulasi lebih cepat dari yang Anda inginkan selama berhubungan seksual. Umumnya pria merasa malu untuk membahas masalah kesehatan seksual, tetapi jangan biarkan hal itu menghalangi Anda berbicara dengan dokter Anda. Ejakulasi dini adalah masalah yang umum dan bisa diobati.

Untuk beberapa pria, berbicara dengan dokter mungkin membantu mengurangi kekhawatiran tentang ejakulasi dini. Misalnya, mungkin meyakinkan anda  bahwa ejakulasi dini sesekali adalah normal dan bahwa waktu rata-rata dari awal hubungan seksual hingga ejakulasi adalah sekitar lima menit.

 

Penyebab Ejakulasi Dini

Penyebab pasti ejakulasi dini tidak diketahui. Meskipun pernah dianggap karena masalah psikologis, saat ini dokter memperkirakan bahwa ejakulasi dini melibatkan interaksi kompleks faktor psikologis dan biologis.

 

Penyebab psikologis

Faktor psikologis yang mungkin menyebabkan ejakulasi dini termasuk:

  • Baru pertama kali berhubungan seksual
  • Pelecehan seksual
  • Mempunyai bentuk tubuh yang tidak ideal sehingga merasa minder
  • Depresi
  • Terlalu khawatir akan mengalami ejakulasi dini
  • Perasaan bersalah yang meningkatkan kecenderungan Anda untuk bergegas melalui pertemuan seksual

Faktor-faktor lain yang dapat memainkan peran termasuk:

  • Disfungsi ereksi. Pria yang ingin sekali mendapatkan atau mempertahankan ereksi selama hubungan seksual bisa mengakibatkan dia malah mengalami ejakulasi dini.
  • Kegelisahan. Banyak pria dengan ejakulasi dini juga memiliki masalah dengan kecemasan – baik secara khusus tentang kinerja seksual atau terkait dengan masalah lain.
  • Masalah hubungan. Jika Anda memiliki hubungan seksual yang memuaskan dengan pasangan lain di mana ejakulasi dini jarang terjadi atau tidak sama sekali, akan tetapi saat melakukan dengan pasangan anda yang lain ternyata anda menjadi cepat keluar, kemungkinan ada masalah antar pribadi antara anda dan pasangan anda saat ini.

 

Penyebab biologis

Sejumlah faktor biologis mungkin berkontribusi pada ejakulasi dini, termasuk:

  • Tingkat hormon testosteron tidak normal
  • Kadar zat kimia otak yang tidak normal yang disebut neurotransmitter
  • Peradangan dan infeksi prostat atau uretra
  • Faktor keturunan

 

Faktor risiko

Berbagai faktor dapat meningkatkan risiko ejakulasi dini, termasuk:

  • Disfungsi ereksi. Anda mungkin mengalami peningkatan risiko ejakulasi dini jika Anda kadang-kadang atau secara konsisten mengalami kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Ketakutan kehilangan ereksi (takut loyo lagi) memungkinkan Anda secara sadar atau tidak sadar ingin cepat mencapai orgasme sebelum penis menjadi loyo lagi.
  • Stres. Stres emosional atau mental di area mana pun dalam hidup Anda dapat memainkan peran dalam ejakulasi dini, membatasi kemampuan Anda untuk rileks dan fokus selama berhubungan seksual.

 

Komplikasi

Ejakulasi dini dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan pribadi Anda, termasuk:

  • Stres dan masalah hubungan. Komplikasi umum dari ejakulasi dini adalah stres dan dapat merusak hubungan.
  • Masalah kesuburan. Ejakulasi dini kadang-kadang bisa membuat pembuahan sulit bagi pasangan yang mencoba memiliki anak jika ejakulasi tidak terjadi secara intravagin.

 

Diagnosa dan Penanganan Ejakulasi Dini

Diagnosa

Selain bertanya tentang kehidupan seks Anda, dokter mungkin akan bertanya tentang riwayat kesehatan Anda dan mungkin melakukan pemeriksaan fisik.

Jika Anda mengalami ejakulasi dini dan kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi, dokter Anda mungkin akan melakukan tes darah untuk memeriksa kadar hormon pria (testosteron) atau tes lainnya.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan Anda pergi ke ahli urologi atau ahli kesehatan mental yang berspesialisasi dalam disfungsi seksual.

 

Penanganan ejakulasi dini

Anda tidak harus langsung berobat ke dokter jika anda mengalami ejakulasi dini. Anda bisa mencoba penanganan sendiri dari rumah. Sebagai contoh, anda bisa memakai kondom tebal yang berguna untuk menurunkan tingkat sensitifitas penis. Atau anda bisa masturbasi terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan seksual. Anda jug abisa melakukan trik dengan cara menarik nafas dalam-dalam pada saat akan ejakulasi.

Apabila usaha di atas belum memberikan hasil positif, anda baru dapat menemui dokter untuk mengobati ejakulasi dini tersebut.

Dalam mengobati ejakulasi dini, dokter biasanya akan meresepkan obat. Diantara obat yang diresepkan dokter biasanya adalah; dapoxetine, sertraline, paroxetine dan fluoxetine. Obat-obatan tersebut masuk dalam kategori antidepresan.

 

Menyembuhkan Ejakulasi Dini Secara Mandiri

Mengobati ejakulasi dini secara mandiri adalah cara yang bisa anda lakukan sendiri bersama pasangan anda. Cara ini bisa anda lakukan sebelum berobat ke dokter. Pada beberapa kasus ejakulasi dini dapat diatasi dengan cara relaksasi dan teknik mengalihkan perhatian.

Saat berhubungan seks, anda bisa mencoba posisi wanita di atas (Woman on top). Hal ini bertujuan agar pasangan anda dapat menarik diri dengan mudah ketika anda mulai mendekati ejakulasi. Anda dapat melanjutkan penetrasi kembali saat rasa ingin ejakulasi sudah hilang.

Perlu komunikasi intens dengan pasangan untuk melakukan teknik ini, sampaikan pada pasangan anda saat sudah mulai merasa akan orgasme. Supaya pasangan anda dapat menarik dirinya.

Pada saat jeda, anda dapat menarik nafas dalam-dalam untuk menahan refleks ejakulasi. Selain itu anda dapat mengalihkan pikiran anda ke hal lain agar rasa ingin ejakulasi menurun.

Anda juga dapat mencoba cara lain, yaitu melakukan masturbasi satu atau dua jam sebelum berhubungan seks. Anda juga dapat menggunakan kondom tebal jika penis anda sangat sensitif.

 

Mengobati ejakulasi dini dengan obat-obatan

Obat yang banyak diresepkan oleh dokter adalah obat dengan golongan selective serotin reuptake inhibittor (SSRI). Obat ini pada dasarnya adalah antidepresan atau obat pereda depresi. Akan tetapi obat dengan golongan SSRI ternyata juga mempunyai efek menunda ejakulasi.

Seperti kami sampaikan di atas bahwa obat ejakulasi dini jenis SSRI yang umum digunakan adalah fluoxetine, sertraline, dan paroxetine. Obat-obat ini mempunyai efek samping yang tergolong ringan. Diantaranya adalah mual, muntah, tubuh terasa lelah, sering berkeringat dan diare. Efek samping akan reda setelah tubuh melakukan penyesuaian diri dengan obat tersebut setelah beberapa minggu.

Beberapa orang yang mempunyai masalah ejakulasi dini mengaku mengalami kemajuan yang pesat setelah menggunakan obat-obatan SSRI selama 7-14 hari. Meskipun ada beberapa pria yang langsung bisa merasakan efeknya sejak awal terapi dimulai.

Selain 3 obat jenis SSRI diatas, ada satu obat jenis SSRI yang lain yang mempunyai efek lebih cepat. Yaitu Dapoxatine, obat ini bisa diminum 1-3 jam sebelum berhubungan seksual.

Efek samping dari Dapoxatine adalah mual, pusing dan sakit kepala. Oleh karena itu, obat ini tidak disarankan kepada anda yang mempunyai riwayar penyakit jantung, ginjal dan hati.

 

Mengobati ejakulasi dini dengan anestesi topikal

Anestesi topikal (semacam obat bius) mengandung zat yang dapat membuat bagian tubuh menjadi kebas (mati rasa) meskipun kadarnya sedikit. Dapat dipakai sesaat sebelum berhubungan seksual. Efek kebas inilah yang mengurangi sensasi hingga menunda ejakulasi.

Pemakaian anestesi topikal yang umum dipakai adalah dengan cara diaplikasikan pada semacam tissue basah, sehingga penis akan merasa kebas untuk beberapa saat.

Meski efektif, mengobati ejakulasi dengan cara ini juga memiliki efek samping. Mereka mengaku kurang bisa menikmati hubungan seks karena kepekaan penis jadi berkurang. Bahkan tidak hanya bagi si pria, pasangan wanitanya pun juga akan mengalami hal yang sama karena zat tersebut terserap oleh vagina.

Dalam beberapa kasus, anestesi ini juga bisa menyebabkan pemakainya mengalami alergi.

 

Menangani ejakulasi dini melalui konseling

Konseling dapat membantu mengurangi rasa cemas, dan mengatasi stres. Efek yang bisa didapatkan dari konseling terlihat lebih nyata dan tidak hanya untuk tujuan pengobatan ejakulasi dini saja. Akan tetapi konseling juga dapat membantu anda melepaskan stress dan menjadikan anda pribadi yang lebih percaya diri.

Selama konseling, anda akan diminta untuk menceritakan segala masalah yang kemungkinan mempengaruhi hubungan anda dan pasangan sehingga dapat ditemukan solusi bersama-sama dengan bantuan psikolog atau tenaga ahli lainnya.

Selain menemukan solusi masalah yang mempengaruhi kehidupan seksual, dokter tetap akan memperkenalkan kepada anda teknik-teknik latihan untuk menunda ejakulasi dini.

Itulah beberapa teknik pengobatan ejakulasi dini yang dapat anda lakukan. Dari semua cara di atas, yang paling efektif dan tidak ribet serta tidak harus melibatkan orang lain adalah dengan minum obat ejakulasi dini.

Ada beberapa merk obat ejakulasi dini, baik obat kimia maupun obat herbal. Diantara obat tersebut yang paling manjur adalah Hendel Forex dengan harga yang terjangkau. Untuk lebih jelasnya anda dapat klik di banner di bawah ini:

obat pembesar alat vital hendel forex

Savira Safitri

Lulus sebagai Dokter Umum pada tahun 2002 dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta. Dan menjadi Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin pada tahun 2009 dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar.