Badan terasa pegal ketika bangun tidur, pasti membuat suasana hati Anda semakin buruk. Coba ingat kembali, apa yang Anda lakukan sebelumnya. Jangan salah paham, badan terasa sakit dan pegal tidak hanya disebabkan oleh olahraga, tetapi juga karena berhubungan seks atau bercinta. Banyak orang yang merasa sakit dan pegal setelah bercinta. Bagaimana bisa?

Badan Pegal Setelah Bercinta

Beberapa berpendapat bahwa kelelahan atau rasa sakit setelah bercinta berasal dari faktor usia. Namun ternyata ada sejumlah alasan lain. Mungkin ada sesuatu yang salah ketika Anda melakukan sesi bercinta dengan pasangan Anda, dan Anda tidak menyadarinya.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab mengapa tubuh Anda terasa sakit dan pegal setelah bercinta. Padahal harusnya setelah berhubungan seks, semuanya terasa nyaman dan bugar.

Berhubungan intim larut malam

Berhubungan seks di malam hari atau sebelum tidur adalah kunci sukses tidur nyenyak. Tetapi jika Anda melakukannya terlambat, bercinta tidak memberikan hasil maksimal.

Secara alami, tubuh harus beristirahat selama delapan jam untuk mendapatkan kesegaran dan kebugaran ketika Anda bangun di pagi hari. Jika Anda dan pasangan terlambat menjalin hubungan intim, itu akan menyebabkan kelesuan di pagi hari dan mengurangi waktu tidur normal Anda.

Kurang cocok dengan posisi bercinta

Ingin mendapatkan sensasi baru dalam bercinta? Mencoba berbagai posisi bisa menjadi pilihannya. Namun, tidak semua posisi akan terasa nyaman. Malahan, itu bisa membuat tubuh terasa pegal dan sakit. Terutama jika Anda memiliki masalah pada otot, persendian, atau tulang.

Orang dengan kondisi sehat dapat mengalami hal ini, terutama jika posisi seks yang dipilih cukup ekstrem atau sulit dilakukan, seperti posisi 69. Posisi ini biasanya dilakukan sambil berbaring, alih-alih dilakukan dalam posisi berdiri. Itu artinya, Anda harus menahan beban tubuh wanita yang tergantung pada tubuh Anda.

Posisi seks yang sulit ini sangat mungkin membuat Anda tidak nyaman, bahkan cemas saat melakukannya. Nah, perasaan ini bisa meningkatkan ketegangan otot sehingga bisa membuat tubuh pegal nantinya.

Sesi bercinta terlalu cepat

Bercinta dapat dikatakan sebagai hal yang membuat kecanduan yang memungkinkan individu untuk menginginkannya terus menerus, tanpa memberikan waktu bagi tubuh untuk bersantai atau beristirahat.

Jika Anda dan pasangan menginginkan maraton intim, yang perlu diperhatikan adalah menjaga asupan air agar terhindar dari dehidrasi. Karena ketika melakukannya tubuh akan mengeluarkan cairan. Tidak hanya saat ejakulasi, juga keringat cair saat hubungan intim sedang berlangsung.

Terlalu lama pada posisi bercinta tertentu

Tidak jauh berbeda dengan olahraga atau kegiatan lainnya, hubungan intim juga membutuhkan energi. Jadi, secara alami setelah melakukan hubungan intim, tubuh terasa lelah.

Otot Anda, yang harus beristirahat di malam hari setelah bekerja, harus bekerja ekstra. Itulah sebabnya otot dapat kelelahan dan menyebabkan sakit dan kekakuan pada hari berikutnya.

Apalagi jika Anda dan pasangan melakukan satu posisi bercinta untuk waktu yang cukup lama, misalnya posisi yang mengharuskan Anda duduk tetapi tetap harus menggerakkan tubuh Anda.

Savira Safitri

Lulus sebagai Dokter Umum pada tahun 2002 dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta. Dan menjadi Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin pada tahun 2009 dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar.