Penis terasa nyeri saat ereksi bisa menyebabkan frustasi. Apabila anda merasa nyeri pada penis saat ereksi, bisa jadi kemungkinan anda mengalami ini.

Ereksi adalah proses alamiah pada penis yang menandakan adanya hasrat seksual pada seorang pria. Ereksi terjadi apabila ada rangsangan seksual baik dengan melihat, mendengar atau merasakan sesuatu yang menggairahkan.

Pada proses ini, saraf akan mengirimkan sinyal kepada pembuluh darah untuk mengumpulkan darah pada jaringan penis, sehingga terjadi ereksi. Proses ereksi dan ejakulasi yang ditandai dengan keluarnya sperma seharusnya menjadi sesuatu yang memuaskan bagi seorang pria. Tapi bagaimana jika penis justeru terasa nyeri pada saat ereksi?

Apa yang menyebabkan penis terasa nyeri saat ereksi?

Nyeri pada penis saat ereksi jelas bukan kondisi yang normal, melainkan ada yang “salah” pada penis anda. Nyeri saat ereksi tidak hanya menyebabkan pria kesulitan mendapatkan kepuasan seksual. Tetapi bisa menjadikan penderitanya merasa frustasi dengan kondisi tersebut.

Oleh karena itu jika anda merasakan penis anda nyeri saat ereksi, jangan sepelekan hal ini. Dan pada artikel kali ini kami akan uraikan beberapa penyebab penis nyeri saat ereksi.

 

1. Penyakit Peyronie

Adalah kelainan pada penis yang diakibatkan oleh adanya jaringan parut di dalam batang penis. Dalam kondisi normal, jaringan parut pada penis tidak ada sama sekali.

Jaringan parut tersebut menyebabkan penis terlihat lebih pendek, bengkok dan nyeri saat ereksi.

Dengan adanya jaringan parut tersebut dapat mengganggu elastisitas penis anda. Pada saat ereksi seharusnya penis akan menjadi lebih panjang dan tegang.

Namun hal tersebut akan sulit terjadi bagi penderita Peyronie karena tertahan oleh jaringan parut tersebut.

Penyakit Peyronie lebih sering dialami oleh pria yang pernah mengalami cidera atau infeksi pada penisnya. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi apabila anda mengalami peyronie.

Pengobatan penyakit Peyronie bisa dilakukan dengan terapi obat-obatan, traksi atau bahkan dengan operasi.

 

2. Penis Patah

Sebenarnya terjadi salah kaprah pada masyarakat mengenai penis yang patah. Secara medis penis patah disebut Fraktur Penis. Istilah patah atau fraktur biasa digunakan untuk tulang, padahal penis tidak memiliki tulang.

Saat penis ereksi, aliran darah yang menuju ke penis akan meningkat. Aliran darah akan mengisi seluruh ruang spons yang ada pada jaringan penis sehingga menyebabkan mengembang dan membesarnya penis.

Jika timbul cidera saat ereksi, jaringan dalam penis bisa mengalami sobekan atau robek. Sehingga penis menjadi terlihat bengkok dan terjadi pembengkakan pada area tertentu dan berbentuk seperti trong.

Pada kondisi inilah orang-orang sering menyebut penis patah. Dari semua kejadian penis patah, hampir sebagian besar disebabkan hubungan seks yang terlalu keras pada saat penetrasi atau Saat melakukan rangsangan.

Kejadian penis patah adalah kondisi yang harus mendapat penanganan yang segera dan intensif. Apabila anda mengalami hal ini, segera kompres penis anda dengan es, dan segeralah ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang benar.

Sebagian kasus patahnya penis dibutuhkan tindakan operasi oleh dokter spesialis urologi agar tidak semakin parah.

 

3. Priapismus

Priapismus adalah kondisi dimana penis mengalami ereksi secara tiba-tiba tanpa ada rangsangan seksual dan tanpa keinginan dari penderitanya. Biasanya pada kasus priapismus, ereksi terjadi lebih dari 4 jam.

Ereksi yang berlangsung lebih dari 4 jam ini akan mengakibatkan rasa nyeri pada batang penis sebelah bawah dan pangkal penis sehingga menyebabkan penderitanya merasa kesakitan.

Tidak diketahui pasti apa yang menyebabkan priapismus, Tetapi pada beberapa kasus hal ini sering diakibatkan oleh kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol dan efek samping beberapa obat.

Priapismus adalah kondisi darurat dan harus segera mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Apabila dibiarkan terlalu lama, bisa mengakibatkan kerusakan sel jaringan pada penis.

Penanganan priapismus biasanya dengan melakukan penyedotan sebagian darah pada penis dengan jarum suntik. Namun anda tidak disarankan melakukannya sendiri, karena justru bisa memperparah kondisi jika bukan ahlinya.

 

4. Balanitis

Balanitis adalah infeksi yang terjadi pada glans penis (kepala penis). Penyakit ini sering terjadi diakibatkan adanya infeksi bakteri dan jamur.

Penderita Balanitis tidak hanya merasakan nyeri pada saat ereksi saja, akan tetapi juga merasa nyeri pada keadaan normal (tidak ereksi).

Selain itu rasa nyeri juga terasa pada saat penderita buang air kecil. Pada kondisi ini, kepala penis juga akan membengkan dan memerah.

Penanganan pada penderita Balanitis bisa dilakukan dengan pemberian antibiotik. Untuk mencegah berulangnya balanitis, penderita harus menjaga kebersihan penisnya dengan baik.

Kotoran yang terdapat diantara kepala dan batang penis (smegma) harus selalu dibersihkan setiap mandi.

Demikian beberapa penyebab penis nyeri saat ereksi, sebagian besar keluhan tersebut harus ditangani dengan segera oleh ahlinya. Segera temui dokter apabila anda mengalami nyeri pada penis saat ereksi.

Semoga bermanfaat. Jangan lupa bagikan artikel ini di media sosial anda.

Savira Safitri

Lulus sebagai Dokter Umum pada tahun 2002 dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta. Dan menjadi Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin pada tahun 2009 dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar.