Sperma yang bercampur darah bisa terjadi kepada siapa saja. Pada umumnya terjadi pria di usia antara 30 sampai 40 tahun. Saat usia masih muda, pada umumnya sperma berdarah masih bersifat jinak dan tidak selalu berbahaya serta dapat hilang dengan sendirinya.

Kondisi sperma berdarah dalam dunia medis disebut dengan Hematospermia, atau disebut juga dengan Hemospermia. Intensitas darah yang keluar bisa saja tidak terlihat mata (hanya bisa dilihat dengan mikroskop) atau bisa dengan jelas terlihat oleh mata.

Penyebab Sperma Berdarah

Hematospermia bisa terjadi akibat adanya luka pada penis, cidera atau penggunaan celana yang terlalu ketat. Pada usia di bawah 40 tahun, penyebab Hematospermia yang paling sering adalah infeksi saluran kemih (anyang-anyangen).

Dan berikut ini kami rangkum penyebab umum terjadinya sperma yang bercampur darah. Seperti dilansir oleh Healthline:

1. Operasi Prostat / Biopsi Prostat

Dua prosedur medis ini bisa menjadi penyebab adanya darah pada sperma. Jika anda habis melakukan biopsi atau operasi prostat, kemungkinan ada akan melihat darah pada urine anda. Darah kemungkinan bisa berwarna merah muda atau berwarna coklat karat saat anda ejakulasi dan bercampur dengan sperma anda.

Gejala tersebut di atas bisa saja terjadi selama beberapa minggu setalah operasi, tidak disertai rasa sakit dan biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Jika darah jumlah meningkat, gejalanya terjadi beberapa minggu, atau disertai rasa sakit, silakan konsultasikan dengan dokter.

2. Prostatistis

Prostatistis adalah kondisi dimana kelenjar prostat yang memproduksi sperma terinfeksi, bengkak, meradang. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh infeksi bakteri dan dapat bersifat akut atau kronis.

Kondisi ini bisa menimbulkan rasa sakit di dalam dan beberapa bagian selangkangan seperti perut bagian bawah, punggung bagian bawah, testis, dubur dan testis.

Prostatistis juga bisa menyebabkan rasa sakit saat ejakulasi, buang air besar dan buang air kecil. prsotatistis juga berisiko kesulitan saat berkemih.

3. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Penyebab sperma berdarah lainnya adalah klamedia, gonore dan herpes. Klamidia dan Gonore juga ditandai dengan keluarnya cairan kekuningan dari penis, rasa nyeri pada testis dan rasa sakit disertai panas saat berkemih. Sementara itu, gejala herpes adalah lepuh kecil dan nyeri pada penis.

4. Orkitis

Gejala dan tanda orkitis adalah adanya peradangan pada salah satu atau kedua testis. Orkitis juga dihubungkan dengan adanya virus penyebab gondong, namun juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri.

Selain sperma berdarah, orkitis juga menyebabkan rasa sakit saat ejakulasi atau saat kencing. Gejala lain orkitis diantaranya adalah pembesaran prostat, demam dan terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening di pangkal paha.

5. Uretritis

Uretra adalah tabung yang mengalirkan sperma dan urine keluar dari penis. Uretritis bisa disebabkan karena tabung uretra terinfeksi, meradang atau iritasi.

Uretritis bisa menyebabkan sperma berdarah atau adanya darah pada urine. Kondisi ini juga bisa menyebabkan rasa panas atau gatal saat kencing.

6. Kanker Prostat, Testis atau Uretra

Munculnya sperma campur darah juga bisa diakibatkan oleh ketia penyakit ini. Gejala dari kanker ini juga dapat disertai dengan rasa sakit atau nyeri di bagian selangkangan, paha, testis, skrotum dan perut.

7. Aktifitas Seksual yang Ekstrim

Sperma berdarah juga bisa terjadi akibat dari aktifitas seksual yang ekstrim. Baik berhubungan seksual dengan pasangan maupun masturbasi. Kejadian ini juga bisa terjadi jika anda melakukan hubungan seksual yang lama tanpa orgasme, namun kondisi ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan gejala yang lain.

8. Gangguan Pendarahan

Sperma campur darah juga dapat diakibatkan oleh gangguan pendarahan yang dapat mempengaruhi seluruh tubuh (Leukimia dan Limfoma), infeksi, tuberkulosis maupun schistosomiasis.

9. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Gejala tekanan darah tinggi juga bisa ditandai dengan keluarnya darah dalam sperma. Apalagi jika hipertensi berat. Darah tinggi bisa saja tanpa gejala. Namun jika hipertensi tak terkendali, gejala lain yang muncul bisa berupa sakit kepala, sesak napas dan hidung berdarah.

Penyebab adanya darah pada sperma yang sangat jarang adalah masalah pembekuan darah, varises pada prostat dan tumor. Pembekuan darah juga dapat diakibatkan oleh hemofilia atau terlalu banyak minum obat pengencer darah.

Pada usia tua, keluhan sperma berdarah yang persisten, tidak sembuh-sembuh dan berulang, harus dilakukan evaluasi dan diagnosa mendalam untuk mengetahui penyebab yang jelas. Karena pada usia tua, resiko terkena kanker lebih tinggi.

Kanker atau tumor bisa terjadi pada prostat, testis, vesikula seminalis dan uretra. Pada sebagian kasus, hematospermia tidak diketaui penyebabnya.

Gejala Sperma Berdarah

Gejala munculnya darah pada sperma dimungkinkan oleh hal berikut ini. Tergantung pada penyebabnya (Meskipun tidak semua):

  • Nyeri saat kencing.
  • Nyeri saat ejakulasi.
  • Bengkak atau nyeri di daerah selangkanan.
  • Nyeri pada perut bagian bawah.
  • Demam.
  • Keluar darah saat kencing.
  • Nyeri punggung bagian bawah.
  • Membengkaknya testis dan atau skrotum.

Cara Mengobati Sperma Berdarah (Hematospermia)

Untuk mengobati hematospermia tentu saja harus disesuaikan dengan penyebabnya. Pada beberapa kasus, sperma berdarah bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Jika hematospermia disebabkan oleh infeksi kandung kemih, maka dokter akan meresepkan antibiotik yang sesuai.

Apabila anda mengalami sperma berdarah yang berlangsung lebih dari 2 bulan, anda harus memeriksakan lebih lanjut untuk diketahui penyebabnya. Faktor yang mempengaruhi tingkat pemeriksaan meliputi usia pasien, berapa hari masalah dan adanya hematuria (darah pada urine). DIagnosis dimulai dari riwayat medis pasien serta pemeriksaan secara fisik.

Periksalah pada dokter ahli

Anda perlu memeriksakan ke dokter ahli untuk mengetahui penyebab sperma berdarah. Pemeriksaan fisik harus meliputi pemeriksaan ginital dan dubur serta tes tekanan darah.

Hipertensi dapat menyebabkan terjadinya Hematospermia. Beberapa urolog merekomendasikan untuk dilakukan ultrasound transrectal untuk mencari adanya gangguan seperti batu atau kista pada prostat, vesikula seminalis dan saluran ejakulasi. Tindakan ini juga dapa tmembantu menyingkirkan kanker prostat.

Tes urine juga dapat dilakukan untuk mengetahui adanya infeksi, dan foto rontgent untuk melihat struktur pada uretra pasien.

Trauma minor biasanya tidak membutuhkan terapi dan hanya dilakukan observasi oleh dokter saja. Sedangkan untuk trauma mayor perlu dilakukan bedah terbuka atau tindakan lainnya. Sumbatan bisa dibuka dengan bedah ringan. Jika adanya kanker bisa diobati dengan radiasi dan atau kemoterapi.

Demikian penjelasan kami mengenai sperma berdarah. Waspadai jika anda mengalami Hematospermia dan segera hubungi dokter.

Apabila anda ingin mengobati disfungsi ereksi, atau ejakulasi dini, anda juga bisa mengkonsumsi beberapa obat kuat untuk meningkatkan vitalitas dan kehidupan ranjang anda.